E-Melkan Sumbangan anda.

Dari al-Hadith

Dari Yazid Bin al-Barra’ dari bapanya berkata : “Rasulullah telah mengutuskan aku kepada seorang lelaki yang berzina dengan ibunya, lalu (Nabi ) mengarahku agar memancung kepalanya dan merampas hartanya “ ( Riwayat Abu Daud dan At-Tirmdizi , ia berkata Hadith ini Hasan Gharib, Albani mengatakan ianya shohih)
Dari Ibnu ‘Abbas ra “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “ Sesiapa yang berzina dengan mahramnya, bunuhlah ia” ( Ibnu Majah) Berkata Syeikh Abd Rahman Al-Jazairi (meninggal 1941) dalam kitabnya Al-Fiqh ‘ala al-Mazahib al-‘Arba’ah : arahan bunuh kerana ia seolah menghalalkan perkara yang diharamkan Allah SWT , maka si pelaku jatuh Murtad dan halal membunuhnya, hartanya pula dibagikan ke Bait al-Mal
Dari Mu’awiyyah bin Qurrah dari bapanya bahawa Nabi SAW mengutuskan datuk Mu’awiyah kepada seorang lelaki yang berzina dengan isteri anaknya (menantunya) agar dipenggal lehernya dan dibahagikan hartanya.
Dari al-Barra Bin ‘azib “……… dikeluarkan seorang lelaki dari rumahnya maka dipenggal lehernya , maka aku bertanya sebabnya , mereka berkata , dia telah berzina dengan ibunya” (Abu Daud, Al-Albani menyatakan ianya shohih)
Rasulullah s.a.w. bersabda seperti diriwayattkan oleh Abu Hurairah r.a. katanya: "Dua perkara yang jika dilakukan oleh umatku menjadi kafir; menghina nasab dan meratapi orang mati", H.R. Muslim.
Dan sabda Nabi s.a.w. yang diriwayatkan oleh Saad r.a. secara marfuk: "Barangsiapa mengaku keturunan selain ayahnya sedang ia mengetahui maka diharamkan padanya syurga". (Muttafaqun alaih)
It is narrated on the authority of Abu Huraira that the Messenger of Allah (may peace be upon him) said: Islam started as something strange, and it will revert to its (old position) of being strange. So give good tidings to the stranger. (Sahih Muslim Book 1, # 0270)
Muslim, Book 41, Number 6902: Abu Huraira reported Allah's Messenger (may peace be upon him) many ahadith and one of them was this: The last Hour will not come until the two parties (of Muslims) confront each other and there is a large-scale massacre amongst them and the claim of both of them is the same.
Riwayat muslim 948 : "Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Dan barang siapa mengatakan kepada temannya: Marilah kita bermain judi, maka hendaklah ia bersedekah (sebagai kafaratnya)"
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Nabi Sulaiman memiliki enam puluh orang istri. Suatu hari ia berkata: Malam ini aku akan menggauli semua istriku satu-persatu, sehingga masing-masing mereka akan mengandung dan melahirkan seorang anak lelaki yang perkasa dalam menunggang kuda untuk berjuang di jalan Allah. Ternyata tidak seorang istri pun yang mengandung kecuali hanya satu yang melahirkan bayi setengah manusia. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Seandainya Sulaiman mengucapkan "insya Allah", pasti masing-masing mereka akan melahirkan seorang anak lelaki yang perkasa dalam menunggang kuda untuk berjuang di jalan Allah
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Apabila pelayan salah seorang di antara kalian telah membuatkan masakan untuknya lalu datang menghidangkan masakan itu, padahal dialah yang telah menanggung panas dan asap pembuatannya, maka hendaklah ia mendudukkan pelayan itu bersamanya untuk menyantap. Jika makanan itu sedikit, maka hendaklah ia menyendokkan ke tangannya satu atau dua suap dari makanan itu
Hadis riwayat Abu Bakrah ra.: ... Ingatlah, hendaknya orang yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir. Karena mungkin saja orang yang disampaikannya itu lebih memahami daripada orang yang mendengar langsung...
Hadis riwayat Mughirah bin Syu`bah ra. dan Muhammad bin Maslamah ra.: Umar bin Khathab meminta pendapat kaum muslimin mengenai wanita yang menggugurkan janin. Maka Mughirah bin Syu`bah mengatakan: Aku pernah menyaksikan Nabi saw. memutuskan perkara ini dengan membayar seperduapuluh diyat penuh. Umar berkata kepada Mughirah: Datangkan kepadaku orang yang ikut menyaksikan bersamamu. Kemudian Muhammad bin Maslamah bersumpah bahwa ia menyaksikan Nabi saw. memutuskan perkara dengan demikian.
Hadis riwayat Aisyah ra.: Bahwa orang-orang Quraisy sedang digelisahkan oleh perkara seorang wanita Makhzum yang mencuri. Mereka berkata: Siapakah yang berani membicarakan masalah ini kepada Rasulullah saw.? Mereka menjawab: Siapa lagi yang berani selain Usamah, pemuda kesayangan Rasulullah saw. Maka berbicaralah Usamah kepada Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Apakah kamu meminta syafaat dalam hudud Allah? Kemudian beliau berdiri dan berpidato: Wahai manusia! Sesungguhnya yang membinasakan umat-umat sebelum kamu ialah, manakala seorang yang terhormat di antara mereka mencuri, maka mereka membiarkannya. Namun bila seorang yang lemah di antara mereka mencuri, maka mereka akan melaksanakan hukum hudud atas dirinya. Demi Allah, sekiranya Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya akan aku potong tangannya.
Hadis riwayat Umar bin Khathab ra., ia berkata: Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad saw. dengan membawa kebenaran dan telah menurunkan Alquran kepada beliau. Di antara yang diturunkan kepada beliau ialah ayat rajam. Kami telah membacanya, memahaminya serta mengerti ayat tersebut. Lalu Rasulullah saw. melaksanakan hukum rajam dan kami juga melaksanakan hukum rajam setelah beliau. Kemudian aku merasa khawatir bila waktu telah lama berlalu ada seorang yang mengatakan: Kami tidak menemukan hukum rajam dalam Kitab Allah, sehingga mereka akan sesat karena meninggalkan satu kewajiban yang telah diturunkan Allah. Sesungguhnya hukum rajam dalam kitab Allah itu adalah hak atas orang berzina yang muhshan (pernah menikah), dari kaum lelaki dan wanita, jika telah terbukti berupa kehamilan atau pengakuan.
Hadith Sahih Bukhari